Usaha menangguhkan haid tersebut diperbolehkan, selama tidak membahayakan kesehatan.
Referensi :
غاية تلخيص المراد ص 247⭕
وفي فتاوى القماط ماحاصله جواز استعمال الدواء لمنع الحيض
Dan kesimpulan dalam fatwa al Qimath adalah boleh menggunakan obat-obatan untuk mencegah haid.
قرة العين في فتاوى الحرمين ص 30⭕
مسألة اذا استعملت المرأة دواء لمنع دم الحيض او تقليله فإنه يكره مالم يلزم عليه قطع النسل اوقلته
الفقه على المذاهب الاربعة الجزء الربع ص 16
اما اذا خرج دم الحيض بسبب دواء في غير موعده فإن الظهر عندهم لايسمى حيضا. فعلى المرأة ان تصوم وتصلي ولكن عليها ان تقضي الصيام احتياطا لاحتمال انيكوان يكون حيضا ولاتنقضي به عدتها وهذا بخلاف ما اذا استعملت دواء ينقطع به الحيض في غير وقته المعتاد. فإنه يعتبر طهرا وتنقضي به العدة على انه لايجوزللمرأة ان تمنع حيضها او تستعجل انزاله اذا كان ذلك يضر صحتها لأن المحافظة على الصحة واجبة
"Adapun jika darah haid itu keluar di luar siklusnya disebabkan obat-obatan, maka menurut pendapat kuat ulma malikiyah adalah darah tersebut tidak dinamakan haid. Maka si wanita wajib puasa, shalat dan wajib mengqadha puasanya karena kehati-hatian. Sebab ada kemungkinan darah itu adalah haid dan 'iddahnya tidak habis dengan sebab krluarnya darah tersebut. Hal ini berbeda dengan kasus wanita yang memakai obat untuk mengehentikan haidnya di luar waktu siklus biasnya, maka ia di anggap suci dan 'iddahnya habis sebab haidnya terhenti. Semuanya atas dasar seorang wanita tidak boleh mencegah atau memajukan haid bila hal itu membahayakan kesehatannya, sebab menjaga kesehatan itu hukumnya wajib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar