Yaabi salam 'alaika (Wahai Nabi, semoga kedamaian selalu tercurahkan kepadamu)
Yaa Rasul salam 'alaika (Wahai Rasul, semoga kedamaian selalu tercurahkan kepadamu)
Yaa habib salam 'alaika (Wahai sang kekasih, semoga kedamaian selalu tercurahkan kepadamu)
Shalawatullah 'alaika (Semoga kemulyaan dari Allah selalu dilimpahkan kepadamu).
Syair di atas adalah bait kedua dan ketiga dari nazhom Al-Barzanji. Namun demikian, saat pembacaan syair Burdah, Diba' atau al-Habsyi, syair ini juga sering dibaca, terutama ketika memasuki mahallu al-qiyam (tempat berdiri).
Di pondok pesantren al-muttaqin Pangenrejo Purworejo, setiap malam jumatnya memiliki wadifah atau kebiasaan yaitu membaca shalawat albarzanji. Dari sejak berdirinya pondok pesantren ini hingga sekarang, hal ini pun di ikuti oleh semua santri yang ada di pondok tersebut. Sehabis shalat isya' satu persatu santri pondok pesantren Al-Muttaqin menuju serambi masjid dengan membawa kitab albarzanji kemudian di awali dengan tawassul kepada nabi Muhammad Saw dan pengarang kitab albarzanji lalu di lantunkanlah shalawat-shalawat dengan berbagai lagu.
Jika mengenai sejarah Kitab Barzanji adalah buah karya Syekh Jafar Al Barzanji bin Husin bin Abdul Karim (1690-1766 M), seorang qadli (hakim) dari Mazhab Maliki yang bermukim di Madinah. Judul asli kitab tersebut, 'Iqd al-Jawahir (untaian permata). Namun, nama Barzanji lebih dikenal masyarakat Muslim ketimbang nama judul kitabnya. Dan pengucapan kata 'barzanji' secara fasih agaknya cukup menyulitkan lidah lokal Indonesia, sehingga kata tersebut teradaptasi menjadi berjanji.
Pribadi dan akhlak baginda Nabi tidak lain adalah ejawantah ajaran Alquran yang wajib ditiru oleh umat Islam. Beliau adalah cahaya di atas cahaya yang menyinari hati setiap umatnya, membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Anta mishbahu as-shuduuri (Engkau adalah lentera hati), kata Syekh Ja'far dalam nazhom bait ketujuh. Kehadirannya sebagai cahaya merupakan nikmat tak terhingga bagi semua makhluk hidup. Melalui beliaulah manusia mengenal Tuhannya secara lebih dekat.